Integrasi Media Berbasis Peta Persebaran Candi Hindu-Budha Di Tulungagung Dengan Pendekatan Kontruktivisme Dalam Pembelajaran Sejarah

  • Danan Tricahyono Universitas Sebelas Maret
  • Akhmad Arif Musadad
  • Triana Rejekiningsih
Keywords: Keywords: learning, history, temple, Tulungagung, constructivism, Kata Kunci: pembelajaran, sejarah, candi , Tulungagung, konstruktivisme

Abstract

Abstract

History learning should be done creatively and innovatively that interests students. This research provides an alternative framework for historical learning by packaging materials spreading Hindu-Buddhist temples in Tulungagung with a constructivism approach. This study uses the literature study method. The data source comes from books, articles, and research report results that fit the topic. Various library materials are processed, identified, analyzed, and reflected to create new findings. As a result, there are seven temple sites in Tulungagung Regency, namely Boyolangu Temple, Sanggrahan Temple, Meja Temple, Dadi Temple, Mirigambar Temple, Ampel Temple, and Penampihan Temple. The material of the distribution of temples in Tulungagung can be used as the content of learning media. Implementation of learning media is integrated with the constructivism approach through the learning cycle model. Stages of the learning cycle include discovery, concept recognition, and concept application. In conclusion, the integration of local history materials can strengthen student's local historical awareness.

Keywords: learning, history, temple, Tulungagung, constructivism

 

Abstrak

Pembelajaran sejarah seharusnya dilakukan secara kreatif dan inovatif yang menarik minat siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif kerangka pembelajaran sejarah melalui pengemasan materi persebaran candi Hindu-Buddha di Tulungagung dengan pendekatan konstruktivisme. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Sumber data berasal dari buku, artikel dan hasil laporan penelitian yang sesuai dengan topik. Berbagai bahan pustaka diproses, diidentifikasi, dianalisis dan direfleksikan sehingga tercipta temuan baru. Hasilnya terdapat tujuh situs candi di Kabupaten Tulungagung yaitu Candi Boyolangu, Candi Sanggrahan, Candi Meja, Candi Dadi, Candi Mirigambar, Candi Ampel, dan Candi Penampihan. Materi persebaran candi di Tulungagung dapat digunakan sebagai isi dari media pembelajaran. Implementasi media pembelajaran terintegrasi dengan pendekatan konstruktivisme melalui model siklus belajar. Tahapan siklus belajar meliputi discovery (penemuan), pengenalan konsep, dan aplikasi konsep. Kesimpulannya integrasi materi sejarah lokal dapat menguatkan kesadaran sejarah lokal siswa.

Kata Kunci: pembelajaran, sejarah, candi , Tulungagung,  konstruktivisme

References

Daftar Rujukan
Agung, L. (2015). Sejarah Kurikulum Sekolah Menengah Di Indonesia: Sejak Kemerdekaan Hingga Reformasi. Yogyakarta: Ombak.
Agustiningsih, N., & Pamungkas, S. (2018). Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Pembelajaran Video Candi Muara Jambi Berbasis Sejarah Lokal Pada Mata Kuliah Sejarah Indonesia. Diakronika, 18(1), 54–64. https://doi.org/10.24036/diakronika/vol18-iss1/62
Arsyad, A. (2019). Media Pembelajaran. Depok: Rajawali Pers.
Bandarsyah, D. (2014). Aktualisasi Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Sejarah. ISTORIA: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sejarah, 1(Maret), 1–17. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Darmawan, M., Daryaka, S., & Mustofa, F. (2016). Atlas Budaya Edisi Candi: Meneropong Candi dari Aspek Geospasial. Bogor: Badan Informasi Geospasial.
Daryanto, & Karim, S. (2017). Pembelajaran Abad 21. Yogyakarta: Gava Media.
Fikri, A. (2019). Sejarah Lokal Riau untuk Pengembangan Materi Ajar Sejarah Indonesia Kelas XI SMA. Diakronika, 19(1), 26–40. https://doi.org/10.24036/diakronika/vol19-iss1/78
Hartati, U., Sumiyatun, & Prasetyo, A. B. (2020). Cagar Budaya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal. Diakronika, 20(2), 143–151. https://doi.org/10.24036/diakronika/vol20-iss2/155
Hidayat, T. (2009). Candi Mirigambar: Tinjauan Arsitektur Percandian Majapahit Abad Ke 14-15 M. Universitas Indonesia.
Istari, T. M. R. (2015). Ragam Hias Candi-Candi di Jawa: Motif dan Maknanya (B. Sulistyanto, Ed.). Yogyakarta: Kepel Press.
Izza, N. A. (2014). Gaya Arsitektur Gua Selomangleng Tulungagung Sebagai Pertapaan Masa Mataram Kuno Jawa Bagian Timur dan Muatan Pendidikannya. Jurnal Sejarah Dan Budaya, Vol. 8 No., 176–191.
Izza, N. A. (2016). Karakteristik Bangunan Suci Bercorak Hindu- Buddha Di Gunung Penanggungan Dan Gunung Wajak : Sebuah Tinjauan Perbandingan. Kapata Arkeologi, 12(1), 1–14.
Jawa Timur, B. (2016). Candi Penampihan Tulungagung. Retrieved March 20, 2021, from https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjatim/candi-penampihan-kabupaten-tulungagung/
Kieven, L. (2014). Menelusuri Panji Di Candi-Candi: Relief Figur Bertopi di Candi-Candi Zaman Majapahit. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Mohammed, S. H., & Kinyo, L. (2020). The Role Of Constructivism In The Enhancement Of Social Studies Education. Journal of Critical Reviews, 7(7), 249–256.
Munandar, A. A. (2004). Karya Sastra Jawa Kuno Yang Diabadikan Pada Relief Candi-Candi Abad Ke-13 — 15 M. Jurnal MAKARA, Sosial Humaniora, 8(2), 54–60.
Munandar, A. A. (2015). Keistimewaan Candi-Candi Zaman Majapahit. Depok: Wedatama Widya Lestari.
Munandar, A. A. (2016). Toponimi Dalam Kajian Arkeologi. Makalah Disampaikan Dalam Seminar Nasional Toponimi: Toponimi Dalam Perspektif Ilmu Budaya Pada 3 November 2016. Jakarta: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia.
Munandar, A. A., & Wahyudi, W. . (1995). Laporan Penelitian Candi Dadi Sebagai Karsyan: Reinterpretasi Fungsional. Jakarta.
Ningsih, Y. E., Sariyatun, & Sutimin, L. A. (2019). A Needs Analysis Of Historical Learning Media To Reinforce Student’s Social Intelligence Using Toponym Of The Surakarta Palace. International Journal of Education and Social Science Research, 2(05), 35–47.
Putri, R. . (2018). Dari Sraddha ke Sadran. Retrieved May 10, 2021, from Majalah Historia website: https://historia.id/amp/kuno/articles/dari-sraddha-ke-sadran-P140g
Raflesh, S. T. S. (2019). History Of Java. Yogyakarta: Narasi.
Sedyawati, E., Santiko, H., Djafar, H., Maulana, R., Ramelan, W., & Ashari, C. (2013). Candi Indonesia Seri Jawa. Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jendral Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Soekmono. (2017). Candi Fungsi dan Pengertiannya. Yogyakarta: Ombak.
Sumardjo. (2004). Latar Belakang Keagamaan Kepurbakalaan Lereng Utara Pegunungan Kapur Tulungagung Selatan. Universitas Indonesia.
Supardan, D. (2016). Teori dan Praktik Pendekatan Konstruktivisme dalam Pembelajaran. Edunomic, 4(1), 1–12.
Tricahyono, D., & Widiadi, A. N. (2020). Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Historis Melalui Penerapan Model Pembelajaran Resource Based Learning Di SMA Trenggalek. Agastya: Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, 10(2), 208–221. https://doi.org/http://doi.org/10.25273/ajsp.v10i2.6462
Tulungagung, B. (2017). Candi Di Tulungagung. Retrieved April 19, 2021, from http://bappeda.tulungagung.go.id/detailpost/candi-di-tulungagung
Wasisto, B. L. . (2009). Candi Boyolangu: Tinjauan Arsitektur Dan Arkeologis. Universitas Indonesia.
Widja, I. G. (2018). Pembelajaran Sejarah Yang Mencerdaskan : Suatu Alternatif. JPSI: Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 1(2), 117–134.
Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Published
2021-12-13
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)