The Revolt of the Crew of De Zeven Provincien and the Activities of the National Movement of 1930-1933

  • Muh Akbar Universitas Negeri Yogyakarta
  • Aman Aman Universitas Negeri Yogyakarta
Keywords: De Zeven Provincien, National Movement, Rebellion

Abstract

World history records that at the end of 1920, the global community was hit by a very dramatic economic depression, which resulted in protests by the people as a result of cuts in the wages of civil servants in all circles, both Dutch and Indigenous nationalities, by 17%, wage cuts were part of the efforts government to reduce the gap between government revenues and spending when the economic depression has caused government revenues in an emergency. The relationship between the rebellion of the Crew of De Zeven Provincien and the activities of the national movement during the reign of Governor-General Jhr. B.C. De Jonge. After the uprising immediately, the Dutch East Indies government, under the leadership of Governor-General Jhr. B.C. De Jonge carried out reactionary and violent politics against the activities of the national movement. Movement organizations were increasingly under pressure from the colonial government, and some radical and revolutionary movement figures were even arrested. The research method used is the historical method, namely heuristics, source criticism, interpretation, and historiography, and this research uses library research where the researcher examines several sources related to this research. Thus, it can be concluded that in the De Zeven Provincien Crew Mutiny in 1933, Governor General Jhr. B.C. De Jonge put more pressure on the national movement organization in Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah Taufik dan Abdurrahman Surjomihardjo. (1985). Ilmu Sejarah dan Historiografi. Gramedia.
Adriyanto. (2019). Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia 1908-1945. Lakeisha.
Afandi, Alifia Nurhusna, A. I. S. dan E. Y. E. (2020). PENDIDIKAN PADA MASA PEMERINTAH KOLONIAL Universitas Negeri Malang , Indonesia Sejarah Artikel : Diterima : 12-3-2020 Disetujui : 27-04-2020 Dipublikasikan : 30-4-2020 Abstrak PENDAHULUAN Kolonialisme merupakan suatu usaha untuk mengusai wilayah bangsa la. Jurnal Artefak, 7(1), 21–30.
Akhyat, A. (2015). The Colonial Strained in Java 1870-1930: Public Spaces Versus Public Policies. JKAP (Jurnal Kebijakan Dan Administrasi Publik), 9(1), 161–178.
Aslambik, M., & Bakri, S. (2023). Pemilihan Tweede Kamer Belanda Dan Masalah Kemiskinan Di Indonesia Dalam Narasi Surat Kabar Adil Tahun 1933. Mahakarya: Jurnal Mahasiswa Ilmu …, 4(1), 35–46. https://ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/mahakarya/article/view/6956%0Ahttps://ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/mahakarya/article/download/6956/2298
Budi, L. S. (2017). Bersekolah Di Tanah Pengasingan: Boven Digul, 1927-1943. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 2(2), 115–125.
Dewi Yuliati. (2018). Pers, peraturan negara, dan nasionalisme indonesia. 2(3), 253–272.
Ensiklopedia Nasional Indonesia. (1988). Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI). Cipta Adi Pustaka.
Fachreza, D. & W. (2021). Pergerakan fasisme dan nasionalis-sosialis di pulau jawa tahun 1933-1945. AVATARA, Journal Pendidikan Sejarah, 10(3), 1–10.
Galih, D. R. (2017). Penerapan Politik Etis Di Surabaya Tahun 1911-1930. Avatara E-Journal Pendidikan Sejarah, 5(7), 51–65.
Hasni, N. N., Arifin, F., & Nurlailasari, E. (2021). Haatzaai Artikelen: Pasal Karet dalam Hukum Kolonial di Hindia Belanda | Haatzaai Artikelen: Pasal Karet dalam Hukum Kolonial di Hindia Belanda. vol 5(no 1). https://doi.org/10.15575/hm.v5i1.11971
Junaidi, T., & Akob, B. (2014). Malaise dan Pengaruhnya Terhadap Gerakan Nasional Indonesia. Seuneubok Lada, 1(2), 16–30. http://ejurnalunsam.id/index.php/jsnbl/article/view/522
Kartodirdjo, S. (1988). Pemberontakan Anak Buah Kapal De Zeven Provincien Tahun 1933. Prisma.
Kartodirdjo, S. (1992). Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia dari Kolonialisme sampai Nasionalisme Jilid 2. Gramedia.
Kebudayaan, D. . (1978). Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jawa Timur. In Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah. Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Lestari, D. (2022). Respon Sarekat Islam Terhadap Kebijakan Pendidikan Pemerintah Kolonial Belanda (1905-1933). JSI: Jurnal Sejarah Islam, 1(1), 7–40. https://doi.org/10.24090/jsij.v1i1.6644
Mahmud,CD dan Umairah, R. (2018). PROTES SOSIAL DI KAPAL PERANG: Pemberontakan Marinir Bumiputera di Kapal De Zeven Provincien 1933. Majalah Ilmiah Tabuah, 22(1), 76.
Maretha, Y. dan U. H. (2021). Perkembangan Gabungan Politik Indonesia (GAPI) Pada Masa Pergerakan Nasional Indonesia 1939-1942. Jurnal Swarnadwipa, 5(1), 10–13.
Marwati Djoened Poesponegoro, D. . (1990). Sejarah Nasional Indonesia Jilid V. Depdikbud Balai Pustaka.
Moedjanto. (1988). Indonesia Abad Ke 20. Kanisius.
Mulyana, S. (1969). Nasionalisme sebagai Modal Perjuangan Bangsa Indonesia. Balai Pustaka.
Nasution, A. (1977). Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia Jilid I. Disjarah AD Angkasa Bandung.
Notosusanto, N. (Eds). (1978). Masalah Penelitian Sejarah Kontemporer. Yayasan Idayu.
Prisma. (1988). Pemberontakan Awak Kapal De Zeven Provincien Tahun 1993. Prisma.
Ricklefs, M. . (1991). Sejarah Indonesia Modern. Gadjah Mada University Press.
Rohmadi, N., & Warto, W. (2019). Volksraad (People Council): Radicale Concentratie Political Arena and National Fraction, 1918-1942. Jurnal Humaniora, 31(2), 166. https://doi.org/10.22146/jh.v31i2.30505
Roro Ajeng Apriyani, Bukhari, M. A. (2022). Pengaruh Djamaluddin Adinegoro Dalam Perkembangan Persmasakolonial Belanda(1932-1942). Jurnal Ilmu-Ilmu Sejarah, Sosial, Dan Kependidikan, 9(2), 177. https://ejurnalunsam.id/index.php/jsnbl/article/view/5733/3554
Salsabila, B. Q. (2021). Pengasingan tokoh-tokoh Nasionalis ke Boven Digoel pada masa pergerakan nasional tahun 1927-1943. Doctoral dissertation, UIN Sunan Gunung Djati.
Soekarno. (1989). Indonesia Menggugat Cetakan 3. Mas Agung.
Suhartono. (1994). Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia dari Budi Utomo sampai Proklamasi (1805-1945) edisi 1. Pustaka Pelajar.
Surjomihardjo, A. (2001). Beberapa segi Perkembangan Sejarah Pers di Indonesia. Kompas.
Suryana, A. (2004). Transformasi Sosial Pribumi Depok Tahun 1930-1960. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, 6(2), 29–48.
Tangkilisan, Y. B. (2015). Indonesia Mulia: Visi Dokter Soetomo Tentang Kesejahteraan Rakyat, Moral Ekonomi, dan Modal Sosial. Sipatahoenan: South-East Asian Journal for Youth, Sports & Health Education, 1(1), 9–22. http://journals.mindamas.com/index.php/sipatahoenan/article/view/41
Wajidi. (2015). EKSISTENSI PARTAI INDONESIA RAYA (PARINDRA) DI KALIMANTAN SELATAN, 1935-1942. Patanjala, 7(1).
Yunita, M., Sair, A., & Hudaidah, H. (2015). Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) Dalam Menghadapi Krisis Malaise Di Palembang Tahun 1930-1940 (Sumbangan Materi Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas Xi Sma Srijaya Negara Palembang) €. Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah, 4(2), 140–145.
Published
2023-12-28
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.